Tekan Stunting, Bandara Soekarno Hatta Salurkan 4000 PMT Pada 140 Balita

Bandara Soekarno hatta salurkan bantuan makan tambahan pada balita untuk menekan stunting.
Bandara internasional Soekarno Hatta Salurkan bantuan pada 140 Balita.(ist)

Bandara Soekarno Hatta, asaterkini.id– Tekan stunting dan gizi buruk pada anak Balita, Bandara Internasional Soekarno Hatta menyalurkan sebanyak 4000 porsi makanan tambahan (PMT). Makanan tersebut diberikan kepada 140 Balita, dengan status gizi kurang dan sangat kurang (underweight) di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bantuan itu didistribusikan melalui Posyandu di delapan desa selama 28 hari. Seperti Desa Gempol Sari, Jatimulya, Kampung Kelor, Kedaung Barat, Lebak Wangi, Pondok Kelor, Sangiang dan Tanah Merah.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan, kontribusi bandara kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan konektivitas, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga: Anggota DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal Tuding Mutasi Pejabat di Pemkot Tangerang Tidak Proporsional dan Diduga Ada Angka – Angka di Belakangnya

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bagian dari masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami ingin keberadaan bandara dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui dukungan terhadap kesehatan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Heru, Kamis (8/10/2026).

Selain bantuan pangan bergizi, lanjutnya, dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bandara Internasional Soekarno Hatta juga menyerahkan 140 paket hygienekit serta edukasi mengenai kebersihan, sanitasi, gizi seimbang, dan kesehatan keluarga yang dilakukan bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Posyandu, dan masyarakat

Sementara itu, ungkapnya, di bidang pengembangan sumber daya manusia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjalankan InJourney Airports Cerdaskan Bangsa melalui Program Sertifikasi Keahlian Kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF).

Baca juga: 76.648 Siswa Tidak Lulus di SMA/SMK/SKh Negeri Banten Diterima di Sekolah Swasta Gratis

Sebanyak 20 peserta, tambahnya mengikuti pelatihan dan sertifikasi selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC). Program ini, kata Heru, ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat sekitar di bidang kebandarudaraan, khususnya keselamatan dan penanggulangan keadaan darurat di bandara.

“Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan,” tandasnya.

Lebih jauh Heru menambahkan, seluruh program TJSL dilaksanakan dengan mengedepankan kolaborasi agar manfaat yang diberikan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan. “Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik,” ungkapnya.

Baca juga: Buka Bersama Komunitas Otomotif, Wali Kota Tangerang Santuni 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa

Melalui berbagai program tersebut, papar Heru, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang tepat sasaran, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.(CS)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Here

Topik Terkait

Trending