Buka Bersama Pokja WHTR, Ketua DPRD Kota Tangerang Soroti Tantangan PAD

Ketua DPRD kota Tangerang buka bersama dengan Pokja whtr
Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam buka bersama Pokja WHTR.(CS)

Kota Tangerang, asaterkini.id– Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam bersama Anggota DPRD Mustafa Kamaludin hadir ke Sekretariat Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR), di Jalan Perintis Kemerdekaan No.38A, Babakan, Kota Tangerang, Banten untuk buka bersama, Selasa (3/3/2026).

kegiatan yang bertema “Bincang Ramadhan” dengan para jurnalis tersebut, berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Dalam pemaparannya Rusdi Alam mengatakan, melalui kegiatan ini dapat dijadikan refleksi untuk berbuat yang lebih baik.

“Ada bahasa Arab, al-yaumu khairun min amsi fahuwa rabi’. Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia orang yang beruntung. Ini harus jadi prinsip kita,” ujarnya.

Baca juga: Pengurus PWI Kota Tangerang Periode 2025-2028 Resmi Dilantik

Lebih jauh Rusdi menjelaskan, Kota Tangerang di hari jadinya (HUT ke 33) memang banyak mendapat penghargaan. Namun dibalik apresiasi itu, terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama dari sisi pendapatan daerah.

“Hari ini kita berhadapan dengan kondisi kota yang hampir seluruh wilayahnya sudah terbangun. Dari sisi pendapatan, kita ini bisa dibilang sudah sampai di titik jenuh,” ungkapnya.

Berdasarkan Undang-Undang, kata Rusdi, Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), Kota Tangerang sangat diuntungkan dari sisi potensi pajak daerah. Beberapa sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi andalan antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak hotel dan restoran.

Baca juga: Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sepakat Gelar Kongres Persatuan PWI Paling Lambat Agustus 2025

“Kita ini wilayah penyangga ibu kota. Nilai tanah tinggi, transaksi banyak, investasi cukup pesat. Itu membuat BPHTB dan PBB kita lumayan,” jelasnya.

kondisi Kota Tangerang, sambungnya, berbeda dengan daerah yang masih memiliki lahan pengembangan luas. Ia membandingkan capaian PAD Kota Tangerang dengan wilayah lain.

“Di Kabupaten, PBB bisa 600 miliar, BPHTB sampai 1,9 triliun. Di kita PBB sekitar 570 miliar, BPHTB 600-an miliar. Gambaran ini menunjukkan, kita sudah tidak punya banyak ruang investasi baru karena lahannya sudah habis,” paparnya.

Baca juga: Pemkot Tangerang Siapkan Pendaftaran HKI Gratis Untuk UMKM, Simak Layanannya

Rusdi juga menyinggung capaian retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau yang dahulu dikenal sebagai IMB. “Dulu di era Pak WH, retribusi IMB bisa tembus 167 miliar. Hari ini target 30 miliar saja sudah terasa berat. Bukan karena tidak serius, tapi memang lahannya sudah terbatas,” paparnya.

Tantangan Genjot PAD di Tengah Kebutuhan Pembangunan

Bahkan, sambungnya, persoalan utama pembangunan selalu bermuara pada pembiayaan. “Sehebat apa pun perencanaan kita, kalau tidak ada anggaran untuk merealisasikan, akan sulit berjalan maksimal. Pada akhirnya, pembangunan itu butuh duit,” ujarnya lugas.

Ia mengakui, DPRD bersama eksekutif terus berupaya mencari formulasi terbaik agar PAD tetap optimal tanpa membebani masyarakat. Hearing dan pembahasan RPJMD maupun APBD disebutnya menjadi ruang strategis untuk mengurai persoalan tersebut.

Menurut Rusdi, kondisi Kota Tangerang saat ini bisa disebut sebagai wilayah yang sudah “given”. Artinya, pertumbuhan ruang fisik sudah sangat terbatas sehingga strategi peningkatan PAD harus lebih kreatif, inovatif, dan berbasis optimalisasi aset yang ada.

Diskusi Terbuka dan Reflektif

Kegiatan Bincang Ramadhan yang digelar Pokja WHTR ini menjadi ruang dialog terbuka antara legislatif dan insan pers. Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan semangat keterbukaan dalam membahas isu-isu strategis daerah.

Ketua Panitia Hendra Wibisana menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi tradisi tahunan sebagai sarana tukar pikiran antara pemangku kebijakan dan jurnalis.

Di penghujung acara, suasana kembali mencair ketika kehadiran Mustofa Kamaludin disambut tepuk tangan peserta. Diskusi pun ditutup dengan harapan bersama agar Kota Tangerang terus bergerak menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Sebab bagi Rusdi Alam, prinsipnya sederhana namun pada saat ini harus lebih baik dari kemarin. Dan untuk mencapainya, dibutuhkan keberanian membaca tantangan sekaligus kebersamaan mencari solusi. (CS)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Here

Topik Terkait

Advertisement Here

Trending