Kota Tangerang, asaterkini.id– Pagelaran Stand Up Comedy yang digagas oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang di Nesto Cafe kampus tersebut pada Rabu (8/7/2026), berlangsung meriah.
Ribuan pasang mata selain memadati area cafe, juga bersorak sorai untuk memberikan dukungan. Kepada para peserta yang tampil di acara tersebut. Terutama ketika para komika itu memberikan sentilan – sentilsn tajam kepada kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat.
Seperti keberadaan infrastruktur yang rusak dan tidak segera diperbaiki meskipun pajak masyarakat selalu dipungut. Dalam Kegiatan yang bertajuk “Tawa dalam Doa” tersebut, setiap komika diberi kebebasan untuk berinovasi menyampaikan aspirasi yang kreatif, terbuka, dan komunikatif secara santun.
Baca juga: Pemkot Tangerang Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Hingga 11 Maret 2025 Nanti
Selaian diramaikan oleh Komika-komika berbakat dari komunitas Stand Up Comedy kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, juga hadir komika-komika handal tingkat nasional, seperti Mega Salsabila, Mal Jupri, Tobias, Lutap dan Pedro, sehingga menambah suasana meriah.
Hanya saja, ungkapan kritis yang disampaikan oleh para komika tersebut dipastikan tidak sampai sasaran. Mengingat para pejabat daerah yang diundang, seperti Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Walikota Tangerang Selatan Benyamine Davnie dan Walikota Tangerang Sachrudin tidak hadir.
Menyikapi hal itu, Pengajar Program FISIP Unis, Miftahul Adib menyayangkan ketidakhadiran para pemangku kebijakan di Tangerang Raya. Pasalnya, kegiatan tersebut digelar dengan harapan menjadi jembatan bagi anak-anak muda, khususnya Gen z dalam memberikan kritik yang positif kepada pemerintah daerah.
Baca juga: Andri Septiawan Permana Apresiasi Sikap Wakil WaliKota Tangerang Yang Bubarkan Kobam
“Jadi, wadah Badan Komunikasi Rakyat ini kami dirikan untuk anak-anak muda untuk menyalurkan kritik posiftifnya pada pemerintah daera. Karenanya kami sangat menyayangkan ketidak hadiran mereka,” pungkas Adib.(CS
Baca juga: Sepanjang 2024, Bandara Soekarno Hatta Gulirkan Rp3,6 M Untuk Program TJSL
