Ikan-ikan di Sungai Cisadane Mati Karena Diduga Tercemar Bahan Kimia

Ikan-ikan di sungai Cisadane mati karena tercemar bahan kimia
Ikan-ikan di Sungai Cisadane mati mendakak.(ist)

Kota Tangerang, asaterni.id– Dampak kebakaran gudang bahan kimia di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Senin (9/2/2026) malam, mengakibatkan ikan-ikan di Sungai Cisadane mati.

Mayoritas warga yang tinggal di sekitar sungai tersebut, berduyun-duyun datang mengambil ikan untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah Mang Jaya yang tinggal di Kampung Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.

“Lumayan, bisa kita goreng besok untuk sarapan,” kata Jaya sembari menunjukkan peroleh ikannya di dalam ember berukuran jumbo.

Baca juga: Zakat Yang Terkumpul di Baznas Kota Tangerang Tahun 2025 Capai Rp9,5 M

Mendengar informasi banyak ikan mati di aliran Sungai Cisadane, Walikota Tangerang, Sachrudin langsung meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar melakukan pengecekan atau penelitian terkait pencemaran air di sungai itu. Apakah berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Mengingat gudang yang terbakar di hilir sungai adalah Gudang kimia.

Bahkan Sachrudin juga meminta kepada Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Benteng (Perumda TB) untuk menutup sementara aliran air bersih kepada para pelanggannya. “Sampai saat ini, Pemkot Tangerang masing mengumpulkan data terkait indikasi pencemaran di Sungai Cisadane,’ kata Kabag Humas Pemkot Tangerang, Mualim, Selasa (10/2/2026).

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana.menjelaskan pencemaran air Sungai Cisadane ditandai dengan adanya bau tidak sedap, kandungan minyak, serta matinya ikan-ikan secara mendadak.

Baca juga: Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspadai Penyakit Chikungunya

Dengan begitu, katanya, Perumda Tirta Benteng melakukan pemantauan intensif. “Pada Senin. (9/2/2026) pukul 22.30 WIB, aliran air sungai di sekitar Perumda Tirta Benteng mulai tercemar,” ujarnya.

Pencemaran Diduga Dari Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel

Pencemaran itu, imbuhnya, diduga berasal dari polutan akibat kebakaran gudang kimia di wilayah Tangerang Selatan. Untuk menjaga kualitas air bagi pelanggan, pihaknya langsung menghentikan seluruh aliran air secara total.

Tim teknis, tambahnya, melakukan pemeriksaan berkala setiap 15 hingga 30 menit untuk memastikan kondisi air baku. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pada pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi tercemar bahan kimia maupun berbau.

Baca juga: Gubernur Banten Jalin Sinergi Dengan Kejati Setempat Untuk Perkuat Pengawasan Pembangunan

“Sebagai langkah pengamanan, seluruh air yang terlanjur tercemar dibuang ke aliran laut, kemudian dilakukan pengisian ulang dengan air baku yang memenuhi standar kualitas. Proses distribusi kembali dimulai secara bertahap sejak pukul 05.00 WIB ke jaringan pipa utama,” jelasnya.

Kemudian pada pukul 08.00 WIB, air mulai mengalir ke rumah-rumah pelanggan secara bertahap. Untuk wilayah ujung jaringan seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung, aliran air membutuhkan waktu tambahan sekitar tiga hingga empat jam karena panjangnya jaringan pipa distribusi.
“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar fisika maupun kimia,” tandasnya.(CS)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Here

Topik Terkait

Advertisement Here

Trending