Tingginya Angka Perceraian di Tangerang Dipicu Faktor Ekonomi

Tingginya perceraian di Tangerang Karena faktor ekonomi
Ilustrasi: Perceraian di Kota Tangerang

Tangerang asaterkini.id– Kondisi perekonomian yang semakin tidak menentu, menjadi pemicu tingginya perceraian antara suami dan istri. Hal itu terlihat dari data di Pengadilan Agama Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Banten.

Berdasarkan data di Pengadilan Agama Tigaraksa, kasus perceraian yang terjadi sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2026, di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat sebanyak 5.124 perceraian.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar perkara yang telah memperoleh keputusan pengadilan sebanyak 3.314 kasus. Sedangkan sisanya masih menjalani proses persidangan.

Baca juga: Arus Balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Tangerang Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya

Menurut Panitera Muda Gugatan PA Tigaraksa, Yasmita, berdasarkan fakta persidangan, mayoritas pemicu perceraian karena masalah ekonomi. Penyulutnya, tambah dia, adalah judi Online (Judol) yang dapat memperparah kondisi keuangan mereka.

“Perselisihan keluarga itu mayoritas karena dipicu persoalan ekonomi. Salah satu penyebabnya adalah judi,” kata Yasmita sembari menambahkan bahwa persoalan finansial dapat berkembang menjadi konflik rumah tangga yang berujung pada gugatan perceraian.

Untuk itu, kata Yasmita, persoalan ekonomi dan perilaku finansial menjadi faktor utama dalam ketahanan keluarga, sehingga perlu adanya strategi yang baik dalam menjaga keuangan keluarga, baik pasangan muda maupun mereka yang sudah lama menikah.(CS)

Baca juga: Pemkot Tangerang Segera Perbaiki Jalan Sitanala Sepanjang 146 Meter

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Here

Topik Terkait

Trending