Kemarau Panjang Sebabkan Beberapa Wilayah di Kota Tangerang krisis Air Bersih

Kemarau panjang beberapa wilayah di kota Tangerang krisis air bersih.
Direktur Umum Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Tommy Herdiansyah.(CS)

Kota Tangerang, asaterkini.id– Dampak kemarau panjang mengakibatkan sejumlah wilayah di kota Tangerang mengalami krisis air bersih. Hal itu terjadi karena sumur dan sumber air mengering. Seperti yang terjadi di empat Kecamatan di Kota Tangerang, yaitu Kecamatan Ciledug, Pinang, Larangan, dan Karang Tengah.

Akibatnya, hampir setiap hari Perusahaan Umum Daerah Tirta Benteng (Perumda TB) mengirimkan beberapa tangki air bersih ke wilayah tersebut. “Hampir setiap hari permohonan bantuan air bersih selalu datang dari masyarakat di empat Kecamatan tersebut. Bahkan belakangan ini permohonan bantuan itu semakin sering karena panjangnya musim kemarau,” kata Direktur Umum Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Tommy Herdiansyah, Kamis (8/10).

Lebih jauh Tommy menjelaskan, mayoritas permohonan bantuan air bersih itu berasal dari masyarakat yang selama ini memanfaatkan air bawah tanah atau bukan pelanggan Perumda TB. ” Selama ini warga di daerah ini memang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari Perumda TB, karena memang belum adanya jaringan pipa ke wilayah tersebut,” paparnya.

Baca juga: Warga Terdampak Pohon Tumbang di Kota Tangerang Bisa Klaim Asuransi, Ini Syaratnya

Jaringan itu, sambung Tommy, saat ini masih dalam proses pembangunan instalasi pengelolaan air (IPA) atau jaringan perpipaan, sehingga tidak lama lagi distribusi air bersih dari Perumda TB akan sampai ke wilayah itu.

Disinggung soal keruhnya air Perumda TB yang sempat dikeluhkan pelanggan, Tommy menjelaskan, itu terjadi karena menyusutnya air baku di Sungai Cisadane pada musim kemarau kali ini. Namun begitu, kata dia, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menormalkan kembali kualitas air tersebut. Salah satunya dengan cara melakukan pengerukan atau pengangkatan sedimentasi Sungai Cisadane, khususnya di sekitar Intake.

“Alhamdulillah setelah dilakukan pengerukan di sekitar intake dan air diolah sebagaimana mestinya, kualitas air kembali normal dan layak pakai sesuai ketentuan Menteri Kesehatan,” kata Tommy.(CS)

Baca juga: Polisi Bekuk Dua Pengedar Obat Keras di Kosambi

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Here

Topik Terkait

Trending