Kota Tangerang, asaterkini.id– Lambannya pelayanan di RSUD Kota Tangerang dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, untuk mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan obat di apotek rawat inap rumah sakit tersebut mereka harus antri dan memerlukan waktu hingga berjam-jam. Selain itu pelayanan dari petugasnya pun tidak ramah.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Arkam warga Kecamatan Tangerang. Ketika memeriksakan Kesehatanya ia harus antri panjang. Padahal pendaftaran sudah dilakukan beberapa jam sebelumnya. “Saya daftar melalui online sejak dini hari. Begitu sampai ke RSUD pukul 09 00 WIB baru ditangani pukul 11.00 WIB lebih,”kata Arkam Senin (19/10/2026)
Begitupun saat akan mengambil obat di apotik RSUD tersebut. Ia baru mendapat panggilan sekitar pukul 14.30 WIB. Itu terjadi, imbuhnya, karena menurut petugas di apotik itu, kekurangan sumber daya masyarakat.
Baca juga: Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kota Tangerang Akan Berlangsung Besok
Terbukti dari tiga loket, hanya satu loket yang dapat melayani pasien atau keluarga pasien. Sedangkan dua loket lainnya melompong atau tidak ada seorang petugas. “luar biasa pelayanan rumah sakit milik pemerintah ini, sehingga para keluarga pasien atau pasien banyak yang kecewa lantaran untuk mendapatkan obat mereka harus antri dan menunggu berjam-jam,” ungkapnya.
Ironisnya lagi, tambah Arkam, ketika ada pasien yang merasa kepusingan dan tertidur di kursi depan loket apotik hingga terjatuh ke lantai. Saat itu juga, keluarga pasien yang kecewa sempat emosi dan mempertanyakan lambannya pelayanan.
Kemudian oleh petugas apotek di jawab, “Ya kalau mau duduk enak, jangan duduk di sini (depan Apotik) pulang saja dan duduk manis di rumah,” tandasnya.
Baca juga: Bandara Soekarno Hatta Raih Penghargaan Airport Service Quality Award di Guangzhou China
Mendengar ungkapan tersebut, beberapa pasien dan keluarganya emosi, sehingga terjadi perdebatan antara mereka. Namun begitu perdebatan yang sempat memanas tersebut tidak berkepanjangan lantaran mereka memang membutuhkan obat.
Harus Dievaluasi
Senada pula dengan Irfan, keluarga pasien lainnya. Ia meminta kepada pemerintah Kota Tangerang untuk mengevaluasi pelayanan di rumah sakit Kota Tangerang. “Kejadian seperti ini sudah sering, karenanya saya berharap kepada Pemkot Tangerang agar pelayanan di RSUD Kota Tangerang diperbaiki,” paparnya.
Sementara itu Direktur Utama RSUD Kota Tangerang, Yusuf A Geovanny saat dikonfirmasi via aplikasi WhatsAPP hanya dibaca dan enggan merespon. Bahkan ketika di telepon, tiba-tiba telpon selulernya tidak aktif.(CS)
Baca juga: Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Secara Acak di Kota Tangerang
.
