Kota Tangerang, asaterkini.id– Pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul menilai Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang yang baru dibentuk beberapa waktu lalu, dinilai sangat tepat, karena akan mensuport system terhadap tata kelola perusahaan public service governance (GCG) tersebut.
Pasalnya, kata dia, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas teknis penyelenggara, tetapi juga oleh hubungan akuntabilitas antara penyelenggara dan pengguna pelayanan. “Forum Pelanggan ini tentu akan menjadi instrumen untuk menangkap persoalan-persoalan sebelum berkembang menjadi ketidakpuasan kolektif,” kata Adib menyikapi terbentuknya Forum Pelanggan Perumda TB, Sabtu (12/9/2026).
Adib menjelaskan, keberadaan Forum Pelanggan ini, mempunyai fungsi bukan hanya sebagai sarana menerima aspirasi, tetapi juga sebagai mekanisme transisi kelembagaan pelayanan.
Baca juga: Corat-Coret Ruang Publik di Kota Tangerang Bisa Kena Sanksi Pidana
Apalagi, lanjutnya, pelayanan air minum merupakan pelayanan publik yang menuntut keberlanjutan, keterjangkauan, kualitas, kepastian pelayanan, serta akuntabilitas penyelenggara terhadap masyarakat.
Untuk itu, kata Adib, Forum Pelanggan yang dikukuhkan oleh Walikota Tangerang, Sachrudin sangat tepat. Karena dapat membantu perusahaan dalam menangkap persoalan, mulai dari masalah pelanggan, persoalan teknis yang memerlukan penyelesaian unit operasional, persoalan sistemik yang terjadi pada banyak pelanggan atau wilayah serta persoalan kebijakan yang memerlukan pertimbangan manajemen.
“Menurut saya ini merupakan inovatif dan responsif dari Walikota dan jajaran direksi Perumdam TB yang sangat baik, dalam memandang perubahan dan kemajuan perusahaan ke depan. Forum ditempatkan pada persoalan yang mempunyai nilai strategis dan kolektif sebagai deteksi dini dan action plan,” tandasnya.
Baca juga: Liga Santri Walikota Tangerang Cup 2026 Mulai Berlangsung dan Diikuti 16 Tim
Berlebihan
Lebih jauh Adib yang juga Pengajar Ilmu Sosial Politik di Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang mengatakan, deteksi dini dan action plan bisa dimulai dengan menghimpun aspirasi pelanggan dari berbagai wilayah dan kelompok pelayanan, mengidentifikasi persoalan pelayanan yang berulang atau bersifat sistemik, dapat menjadi ruang konsultasi terhadap isu pelayanan yang berdampak luas.
“Forum Pelanggan ini sebuah keniscayaan. Forum itu banyak sekali fungsinya dan bisa dijadikan sparing partner dalam memberikan masukan atau evaluasi kualitas dan standar pelayanan, memberikan rekomendasi perbaikan kepada perusahaan, memperkuat transparansi dan komunikasi perusahaan, menjadi mekanisme deteksi dini terhadap potensi ketidakpuasan pelanggan dan yang paling penting adalah mendukung pembentukan kepercayaan antara pelanggan dengan Perumda Tirta Benteng,” tegasnya.
Disinggung soal banyaknya kritikan bahwa Forum Pelanggan dibentuk karena adanya kepentingan politik pribadi di tubuh BUMD Pemerintah Kota Tangerang tersebut, Adib menjelaskan, anggapan itu terlalu berlebihan.
Baca juga: Susun Program Kerja 2026 PMI Kota Tangerang Gelar Musyawarah Kerja
Seharusnya, kata dia, keberadaan Forum tersebut diapresiasi. Karena, keberadaannya untuk bekerja sosial alias swadaya, para anggotanya, tidak mendapatkan benefit penghasilan atau gaji. “Lebay amat. Saat ini Kita berpikirnya 4.0 aja dulu, jangan 9.0 karena belum masanya,” ungkap Adib.(CS).
