Kurangi Beban Sampah di TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Berencana Buka TPS3R di Tigaraksa

Kurangi beban sampah di TPA Jatiwaringin Pemkab. Tangerang berencana bukan TPS3R di Tigaraksa
Wakil Bupati Tangerang Tinjau lokasi pengelolaan sampah baru di tigaraksa

Kabupaten Tangerang, asaterkini.id– Untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membuka lahan baru pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Pematang dan Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bahkan, untuk merealisasikan hal tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan peninjauan lahan, bangunan hanggar, serta fasilitas pendukung yang akan digunakan tempat operasional TPS3R.

intan juga terlihat berdiskusi dengan jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur TNI mengenai kesiapan sarana prasarana agar pembangunan TPS3R dapat segera direalisasikan. “Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi di Kabupaten Tangerang,’ kata Intan di sela-sela kunjungannya, Kamis (7/8/2026).

Baca juga: Dua Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Batuceper Saat Akan Jual Hasil Curiannya Dengan COD

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Intsn, akan terus mendorong dan memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi. saat ini, Pemkab juga sudah memiliki dua unit mesin pengolah sampah Motah yang beroperasi di TPS Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis.

Lebih jauh Intan menjelaskan, Pemkab Tangerang juga mendapat dukungan tambahan dari Kementerian Pertahanan melalui Dandim 0510/Tigaraksa untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah di wilayah Tigaraksa.

“Kita melihat langsung lokasi rencana TPS3R ini. Alhamdulillah, ada dukungan dari Kementerian Pertahanan melalui Pak Dandim untuk pengembangan mesin Motah di lokasi ini. Dengan harapan agar sampah nantinya dapat diolah di sini, sehingga tidak lagi seluruhnya dibawa dan menumpuk di TPA Jatiwaringin,” paparnya.

Baca juga: Trantib Ciledug Tindak Tegas Warga yang Bakar Sampah Sembarang

Inovasi Pengelolaan Sampah

Guna merealisasikan hal tersebut, kata Intan, Pemkab Tangerang akan mengalokasikan anggaran pada perubahan APBD untuk memperbaiki hanggar dan melengkapi fasilitas penunjang agar operasional TPS3R dapat berjalan optimal. 

“Pada perubahan anggaran nanti kita akan siapkan untuk renovasi hanggar. Fasilitasnya akan kita rapikan supaya masyarakat di sekitar sini lebih nyaman dan kegiatan pengolahan sampah bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Intan juga menjelaskan, keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga harus didukung dengan kepedulian masyarakat dan pengembangan inovasi, salah satunya eco enzym yang kini telah digunakan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.

Baca juga: Maryono Kunjungi Samsat Cikokol Yang Dipadati Wajib Pajak Untuk Memanfaatkan Program Pemutihan

“Eco Enzym dari Kabupaten Tangerang sudah digunakan oleh Charoen Pokphand. Artinya kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah dan limbah organik agar semakin bermanfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha,” ungkapnya.  (CS)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Here

Topik Terkait

Trending