Kota Tangerang, asaterkini.id– Dalam rangka menyukseskan seluruh program pembangunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensinya. Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Tangerang Maryono Hasan saat membuka kegiatan Evaluasi Talenta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2026, di UPT Penilaian Kompetensi BKPSDM Gedung Cisadane, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Kamis (16/4/2026).
Pasalnya, kata Maryono, dengan kompetensi yang memadai, pejabat tersebut akan mampu menjalankan kinerja yang terbaik bagi organisasi. Karenanya, patut dievaluasi secara menyeluruh. “Dari evakuasi ini, kita akan dapat merancang pengembangan karier yang lebih terarah, sekaligus menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan,” jelasnya.
Selain itu, Magyono menekankan pentingnya integritas dan komitmen dalam mengikuti proses evaluasi tersebut. “Laksanakan dengan sungguh-sungguh, terbuka, dan jujur. Ini bukan sekadar penilaian, tetapi kesempatan untuk menunjukkan kapasitas dan kesiapan untuk berkembang,” paparnya.
Baca juga: Jelang Ramadan 2025, Pj Gubernur Banten Minta Kenaikan Harga Pangan Diantisipasi
Maryono juga mengingatkan, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif dan visioner. “Kita butuh pemimpin yang mampu mengambil keputusan dengan tepat, mengelola perubahan, serta menggerakkan tim untuk mencapai kinerja terbaik. Dari sinilah kualitas pelayanan publik akan meningkat,” tegasnya.
Penerapan pejabat sesuai dengan kompetensinya itu mendapat dukungan dari anggota DPRD Kota Tangerang, Mustofa Kamaluddin. Menurutnya, setiap jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memang harus ditempati orang yang memiliki kompetensi. Bila tidak, tentu dalam menjalankan tugas tidak optimal.
“Ya, kalau bukan kompetensinya, tentu ia bingung apa yang akan dikerjakan ,” ungkap Mustofa yang juga dari Fraksi Golkar
Baca juga: Sabu Seberat 10,9 Kg Digerebek BNN Dari Tempat Pengobatan Tradisional di Tanah Tinggi Kota Tangerang
Lebih jauh Mustofa menjelaskan, Pemkot Tangerang juga harus menyiapkan kaderisasi, dengan cara menempatkan ASN yang punya integritas untuk ditempatkan di OPD yang pejabatnya akan memasuki masa pensiun. “Caranya yaitu estafet, ASN yang berpotensi bisa dimasukkan ke salah satu OPD. Begitu sudah matang posisinya bisa ditingkatkan menjadi, Kabid, Sekdis hingga Kepala Dinas,” paparnya.
Jangan tiba-tiba karena kekosongan jabatan, Dinas pejabat dari dinas A pindah ke Dinas B. Sehingga di Dinas B pejabat tersebut tidak tahu apa yang akan dikerjakan. “Ini yang terjadi di beberapa dinas saat ini, dan memang perlu dievaluasi,’ tegasnya. (CS)
Baca juga: Angka Anak Putus Sekolah Masih Tinggi, Pemprov Banten Siapkan Program Sekolah Gratis