Kota Tangerang,asaterkini.id– Dampak meluasnya sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Imbauan tersebut.kami sampaikan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kota Tangerang, Minggu (6/9).
Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga harus memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta instansi terkait. “Ya, Selain menggunakan masker, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terdampak abu vulkanik. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan yang sesuai dan menghindari paparan langsung dalam waktu lama,” jelasnya.
Baca juga: PMI Kota Tangerang Lantik Sebanyak 1.347 Siswa Anggota PMR
Pemkot Tangerang, lanjut Mahdiar, juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Warga dapat menutup pintu dan jendela rumah apabila terdapat abu yang masuk ke lingkungan permukiman serta membersihkan permukaan yang terkena abu dengan cara yang tidak membuat partikel kembali beterbangan.
“Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik diimbau segera beristirahat dan mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan berlanjut atau memburuk,” paparnya.
Konsultasi Dengan Tenaga Medis
Senada pula dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggareni. Ia mengimbau, kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan. Mengingat paparan abu vulkanik dapat mempengaruhi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, hingga sesak napas.
Baca juga: Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 80 Satpol PP Gencarkan Operasi Miras di Kota Tangerang
Bagi warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan, imbuhnya, segera melakukan penanganan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. ” Selain gangguan pernafasan, abu vulkanik ini juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan menghindari paparan abu secara langsung, terutama ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mengalami penurunan,” paparnya.
Namun begitu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan. Dinkes Kota Tangerang, katanya, memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan, sehingga warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan sesuai kondisi.
”Pemkot Tangerang mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik. Dengan mengenali gejala dan segera mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan,” tandasnya. (CS)
